ALASAN KENAPA SERVICE HP ITU MAHAL









Diantara kalian pasti pernah dong pergi ke sebuah Counter Hape atau Service Hape, berniat memperbaiki hape anda yg rusak atau sekedar bertanya saja. Setelah anda tahu tarif yang ditawarkan memang tidak sesuai dengan kantong. Atau mungkin kerusakan sepele tapi biayanya berpele-pele (bkn maradona). Dibenak anda mungkin "Waw... mahal sekali",padahal cuma gitu doang, saya juga bisa kaleee. Mungkin terpikir seperti itu lah.. Nah.. dari pemikiran itu lah, saya akan sedikit memberi anda pencerahan kenapa service handphone begitu mahal harganya, agar anda tidak memandang buruk teknisi ponsel.
1. Alat Service Mahal
Ini yang jarang diperhitungkan. Segala macam alat service baik itu Box Flasher, Kabel Data (tentunya bukan kabel data yang ada di dus hape anda), Hot Air, Solder, Software (Software juga beli lhoo...), dan segala macam sparepart dibeli dengan harga yang tidak murah. Satu paket Box saja bisa mencapai harga jutaan. Ya.. karena itu sebanding dengan kinerja box itu sendiri setelah dipakai nanti. Meskipun banyak tool atau software gratisan yg bisa didapat di internet.
2. Ilmu Yang Didapat Tidak Mudah
Pernahkah anda berfikir untuk jadi seorang teknisi??? Mungkin ada yang pernah... mendapatkan ilmu untuk jadi seorang teknisi itu tidak mudah.Seperti pepatah mengatakan kalau Ilmu itu Mahal..Belajar jadi seorang teknisi butuh biaya besar.
3. Resiko Kerja
Menjadi seorang teknisi sangat beresiko, baik itu untuk kesehatan atau pun untuk handphone yang di service. Duduk selama berjam-jam di meja kerja, begadang tiap malam demi rampungnya handphone yg besok pagi diambil sama yg punya, menghadap komputer, solder berasap menyala, hot air yang dari tadi berbunyi, ukur sana ukur sini, handphone coba dinyalakan.. ternyata masih matot. Terkadang satu handphone saja bisa memakan waktu berjam-jam untuk diperbaikan. Bukan pekerjaan yang mudah memang. Setelah selesai handphone dirakit, trus nulis nota, dikasi ke konsumennya. Sejam kemudian konsumennya balik, hapenya jadi gini lah jadi gitu lah, sambil membentak. Ini ujian mental tentunya. Pekerjaan yang susah payah tapi tidak dihargai. Itu salah satunya. Bisa dibayangkan, resikonya untuk kesehatan. Makanya banyak teknisi yang badannya kurus kering (mungkin karena sering begadang dan jarang mandi). Terkadang karena hanya ganti mic atau speker aja, handphone jadi matot. Untung kalo masih bisa diperbaiki, kalau sudah tidak bisa.. terpaksa harus nombok lagi gantiin hape user.. Kemudian datang user ganti LCD, setelah deal harga hape pun digarap. Selang satu hari,, user komplain, katanya LCD nya bergaris. User gak mau tahu.. pokonya harus LCD nya harus bagus. Akhirnya ganti lagi dengan yang baru.. ganti 2 LCD harga 1 LCD. Dan masih banyak lagi.
4. Perhitungan
Jika anda mempunyai hape yang mahal, kemudian diservice maka anda harus siap dengan biaya service yang mahal pula. Segala perbaikan ponsel anda diperhitungkan dari modal, tipe ponsel, dan tingkat kesulitan dalam pengerjaan tanpa memandang status...Percayalah, teknisi yang memberi harga mahal maka ia siap memberi anda garansi karena di telah siap jika suatu saat nanti sparepart yang ia pakai jelek. Tingkat kesulitan dalam perbaikan akan mempengaruhi biaya service. Katakanlah hape touchscreen ganti mic.. harganya akan berbeda dengan hape biasa yang bentuknya candybar, padahal sparepartnya sama saja. Harga belinya juga sama. Anda mungkin berfikir mengganti mic itu mudah,, tapi anda mungkin tidak berfikir kalau jalan menuju ganti mic itu bagaimana. Kadangkala kerusakn yang sepele saja harus membongkar hape sampe sebongkar-bongkarnya.
5. Pernah Gagal
Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Pernah gagal maksudnya, sebelum diservice hape masih dalam keadan hidup, setelah diutak-atik kemudian hape menjadi mati dan tidak bisa diperbaiki. Tentu saja ini menjadi tanggung jawab seorang teknisi,mau tidak mau harus mengganti hape yang mati tadi. Mungkin dari situlah ia akan berfikir,resiko kerja tidak sebanding dengan upah
Demikian Ceramah Hari ini,moga bisa di pahami dan Mengerti,,,,,,,,Terima Kasih,,,Wassalam


bersumber dari teman facebook rangkap guru besar   saya :Aufhar Pabbulu